Jakarta, 6 September 2026 – Athletic Bilbao meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Atletico Madrid dalam pertandingan pekan keempat La Liga 2026-2027 di Stadion San Mames, Bilbao, Sabtu, 5 September 2026. Tiga gol tuan rumah seluruhnya tercipta pada babak kedua melalui Nico Williams, Robert Navarro, dan Oihan Sancet. Atletico sebenarnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah sepanjang babak pertama dan bahkan sempat mendapatkan sejumlah peluang berbahaya. Namun, pasukan Diego Simeone kehilangan konsentrasi sesaat setelah kembali dari ruang ganti sehingga kebobolan dua gol dalam rentang waktu yang sangat singkat. Athletic kemudian tampil semakin percaya diri dan mampu mempertahankan keunggulan hingga penghujung pertandingan. Sancet akhirnya memastikan kemenangan telak tuan rumah lewat gol ketiga menjelang laga berakhir.
Atletico memulai pertandingan dengan cukup agresif dan hampir memperoleh gol cepat ketika Lee Kang-in melepaskan tembakan pada menit kedua. Bola hasil sepakannya sudah melewati jangkauan kiper Unai Simon, tetapi hanya menghantam tiang kanan gawang Athletic. Peluang tersebut menjadi peringatan awal bagi lini pertahanan tuan rumah yang masih mencoba menemukan ritme permainan. Alex Baena kemudian mendapatkan kesempatan lain, tetapi upayanya dapat dihentikan Unai Simon. Athletic secara perlahan meningkatkan tekanan dengan mengandalkan kecepatan Nico Williams dan Inaki Williams dari sisi lapangan. Oihan Sancet juga sempat mengancam melalui tembakan kaki kiri yang melintas tipis dari sasaran. Persaingan yang relatif seimbang membuat kedua tim memasuki jeda tanpa gol.
Perubahan besar terjadi hanya beberapa detik setelah babak kedua dimulai. Athletic langsung menekan dan menciptakan serangan melalui Inaki Williams yang kemudian berujung pada peluang di dalam kotak penalti. Bola yang masuk ke area berbahaya berhasil disambut Nico Williams dengan sundulan untuk membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-46. Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertama Nico di La Liga musim ini setelah mengalami periode yang tidak mudah sepanjang kompetisi sebelumnya. Stadion San Mames langsung bergemuruh dan momentum pertandingan berubah sepenuhnya ke arah tuan rumah. Atletico belum sempat menata kembali organisasinya ketika Athletic kembali membangun serangan berbahaya. Tekanan agresif tersebut membuat pertahanan tim tamu berada dalam situasi sulit hanya beberapa saat setelah tertinggal.
Robert Navarro kemudian menggandakan keunggulan Athletic pada menit ke-48 melalui sebuah serangan cepat yang kembali melibatkan Inaki Williams. Navarro menerima bola sebelum melakukan kontrol dan menyelesaikan peluang dengan tembakan terarah yang tidak mampu dihentikan Jan Oblak. Dua gol dalam waktu sekitar dua menit membuat Atletico mendadak tertinggal 0-2 setelah sebelumnya mampu menjaga skor tetap imbang sepanjang babak pertama. Athletic memanfaatkan momentum tersebut dengan sangat baik dan tidak memberikan kesempatan bagi lawannya untuk segera mengendalikan pertandingan. Para pemain tuan rumah tampil lebih agresif ketika kehilangan bola dan cepat melakukan transisi begitu mendapatkan kembali penguasaan. Atletico sebaliknya terlihat terguncang oleh dua gol yang datang hampir bersamaan. Situasi tersebut kemudian memaksa Simeone melakukan perubahan besar pada susunan pemainnya.
Simeone merespons dengan melakukan empat pergantian sekaligus untuk mencoba mengubah jalannya pertandingan. Salah satu pemain yang diturunkan adalah Julian Alvarez, yang kembali mendapatkan menit bermain setelah sebelumnya menjadi perhatian selama periode bursa transfer. Cristian Romero juga menjalani debut bersama Atletico dalam pertandingan tersebut. Masuknya sejumlah pemain baru membuat tim tamu meningkatkan tekanan dan lebih banyak menguasai bola untuk mengejar ketertinggalan. Julian Alvarez sempat mendapatkan peluang yang cukup menjanjikan melalui tembakan dari dalam area pertahanan Athletic. Namun, Unai Simon menunjukkan refleks bagus dan berhasil menggagalkan upaya tersebut. Kiper timnas Spanyol itu menjadi salah satu pemain penting dalam menjaga Athletic tetap tanpa kebobolan.
Secara statistik, Atletico sebenarnya lebih banyak menguasai bola dan mencatatkan jumlah percobaan yang lebih tinggi dibandingkan Athletic. Tim tamu menguasai sekitar 61,6 persen penguasaan bola dan menghasilkan 14 tembakan, sedangkan Athletic memiliki delapan percobaan. Meski demikian, dominasi penguasaan bola tersebut tidak menghasilkan efektivitas yang dibutuhkan untuk membongkar pertahanan tuan rumah. Athletic bermain disiplin ketika bertahan dan mampu mengarahkan Atletico ke area yang tidak terlalu membahayakan. Ketika mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik, pasukan Edin Terzic bergerak cepat memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lini pertahanan lawan. Perbedaan efektivitas penyelesaian akhir akhirnya menjadi salah satu faktor penting dalam hasil pertandingan. Athletic tidak membutuhkan penguasaan bola dominan untuk menciptakan peluang yang menentukan.
Unai Simon juga memiliki kontribusi besar dalam mempertahankan keunggulan Athletic ketika Atletico berusaha bangkit. Sang penjaga gawang melakukan lima penyelamatan sepanjang pertandingan, termasuk beberapa upaya dari dalam kotak penalti. Penampilan tersebut membuat Atletico gagal memperoleh gol yang berpotensi mengubah momentum pertandingan. Athletic kemudian semakin nyaman menjaga struktur permainan dan memilih menunggu kesempatan melakukan transisi cepat. Atletico terus mencoba meningkatkan intensitas serangan, tetapi kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar bersih. Pertahanan Athletic mampu menjaga kedisiplinan hingga memasuki menit-menit terakhir. Dukungan puluhan ribu penonton di San Mames semakin menambah energi bagi tuan rumah untuk mempertahankan keunggulannya.
Gol penutup Athletic akhirnya tercipta pada menit ke-90 melalui Oihan Sancet. Serangan dimulai ketika Beñat Gerenabarrena bergerak ke ruang terbuka dan mengirimkan bola ke dalam kotak penalti Atletico. Bola sempat mengenai pemain bertahan sebelum jatuh ke arah Sancet yang berada dalam posisi menguntungkan. Gelandang Athletic tersebut kemudian melepaskan penyelesaian yang menaklukkan Oblak dan mengubah kedudukan menjadi 3-0. Gol tersebut memastikan tidak ada peluang bagi Atletico untuk melakukan kebangkitan pada sisa pertandingan. San Mames kembali bergemuruh menyambut kemenangan besar atas salah satu tim papan atas La Liga. Athletic pun menutup pertandingan dengan tiga poin sekaligus catatan tanpa kebobolan.
Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif pertama Atletico Madrid di La Liga musim 2026-2027. Setelah empat pertandingan, Atletico mengoleksi tujuh poin dari dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Simeone mengakui timnya kehilangan kendali pertandingan dalam waktu yang sangat singkat pada awal babak kedua. Dua gol cepat Athletic memberikan pukulan besar terhadap mental dan organisasi permainan timnya. Pablo Barrios juga menilai dua gol tersebut sangat memengaruhi Atletico setelah mereka menjalani babak pertama yang relatif kompetitif. Tim asal ibu kota Spanyol itu kini harus segera melakukan evaluasi agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi. Kekalahan telak di Bilbao menjadi peringatan bahwa konsentrasi beberapa menit saja dapat menentukan hasil pertandingan pada level kompetisi seperti La Liga.
Bagi Athletic, kemenangan 3-0 menjadi hasil penting setelah perjalanan awal musim yang belum sepenuhnya stabil. Tim asuhan Edin Terzic menunjukkan kemampuan memanfaatkan momentum sekaligus mempertahankan organisasi permainan ketika mendapatkan tekanan. Kombinasi Nico Williams dan Inaki Williams kembali menjadi ancaman utama melalui kecepatan dan kemampuan mereka menciptakan ruang di lini depan. Robert Navarro memperlihatkan ketenangan dalam penyelesaian akhir, sementara Sancet melengkapi kemenangan melalui golnya pada penghujung laga. Hasil tersebut membawa Athletic mengoleksi enam poin dari empat pertandingan awal La Liga musim ini. Lebih dari sekadar tambahan tiga poin, kemenangan atas Atletico memberikan dorongan kepercayaan diri besar bagi skuad Athletic untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Sementara bagi Atletico, kekalahan di San Mames menjadi pekerjaan rumah besar bagi Simeone untuk mengembalikan konsistensi timnya setelah start musim yang sebelumnya cukup menjanjikan.





