“Tidur Siang Lebih dari 1 Jam Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes dan Stroke? Ini Penjelasannya”

Jakarta, 11 Juli 2025 – Tidur siang sering dianggap sebagai cara ampuh untuk mengisi ulang energi. Namun studi terbaru dari University of Tokyo dan Harvard Medical School menunjukkan bahwa tidur siang yang terlalu lama (lebih dari 1 jam) ternyata berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit kronis, terutama diabetes tipe 2, stroke, dan gangguan metabolisme.


🧠 Apa Kata Ilmu: Korelasi Waktu Tidur & Penyakit Metabolik

Studi gabungan yang melibatkan lebih dari 450.000 partisipan di Asia dan Eropa selama 8 tahun mencatat:

  • Tidur siang >60 menit/hari meningkatkan risiko diabetes sebesar 27%

  • Risiko stroke iskemik naik 21%

  • Gangguan sirkadian dan metabolisme glukosa terganggu

Menurut Prof. Hiroshi Ueda dari Tokyo Sleep Institute:

“Tidur siang yang terlalu panjang bisa membuat tubuh memasuki siklus tidur dalam, dan saat terbangun, sistem hormonal jadi kacau. Itu yang memicu lonjakan gula darah dan stres internal.”


🛌 Tidur Siang Tetap Perlu, Tapi Waktunya Harus Tepat

Tidur siang bukan hal buruk jika dilakukan dengan benar. WHO dan Harvard Sleep Lab menyarankan:

  • Durasi ideal: 10–30 menit

  • Waktu terbaik: antara pukul 12.30–14.30

  • Hindari tidur siang setelah jam 15.00 untuk mencegah gangguan tidur malam

  • Ciptakan suasana hening, tidak terlalu gelap, dan suhu nyaman

Tidur siang pendek terbukti mampu:

  • Meningkatkan fokus dan daya ingat

  • Memperbaiki mood dan performa otak

  • Menurunkan hormon stres (kortisol)


💡 Siapa yang Rentan Dampaknya?

Kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami dampak negatif dari tidur siang berlebihan adalah:

  • Penderita prediabetes dan obesitas

  • Pekerja shift malam yang tidak punya ritme tidur stabil

  • Lansia yang tidur siang untuk “mengganti” tidur malam yang terganggu

  • Orang yang jarang berolahraga


🚨 Tidur Siang atau Gejala Penyakit?

Sering mengantuk di siang hari juga bisa jadi indikator gangguan kesehatan, seperti:

  • Sleep apnea (gangguan napas saat tidur)

  • Hipotiroidisme

  • Diabetes yang belum terdiagnosis

  • Depresi ringan hingga sedang

“Jika Anda merasa ngantuk terus-menerus walau tidur cukup, itu tanda tubuh memberi sinyal ada yang salah,” kata dr. Dita Rachman, spesialis neurologi RS Cikini.


📌 Kesimpulan

Tidur siang bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat jika dilakukan dengan waktu yang tepat dan tidak berlebihan. Tidur siang terlalu lama justru dapat berdampak sebaliknya—memicu lonjakan gula darah, mengganggu metabolisme, bahkan meningkatkan risiko stroke.

“Kuncinya adalah tidur cerdas, bukan sekadar tidur lama,” tutup Prof. Ueda.

Related Posts

Afrika Selatan Catat Penurunan HIV Terbesar Satu Dekade: Prevalensi Turun Mendekati 13%

Johannesburg–Jenewa, 5 Agustus 2025 — Data terbaru menunjukkan bahwa Afrika Selatan telah berhasil mencatat penurunan HIV terbesar dalam sepuluh tahun terakhir. Wabah yang sebelumnya menempati dominasi epidemi global ini kini…

Gojek Hadirkan Fitur Pantau Harga Sayur Lewat GoShop: Belanja Pasar Kini Lebih Transparan

Jakarta, 19 Juli 2025 – Gojek menghadirkan fitur GoShop yang memungkinkan pengguna memantau harga sayur dan bahan kebutuhan rumah tangga langsung dari pasar tradisional melalui aplikasinya. Inovasi ini hadir sebagai…

You Missed

Detik Terakhir – Lyla: Penyesalan di Akhir Hubungan

Bahagia Itu Sederhana – Kotak: Pesan Tentang Kehidupan

Tersiksa Lagi – Vina Panduwinata: Luka Hati yang Berulang

Bhayangkara FC Kalahkan Persija Jakarta dalam Pertandingan Sengit

Persela Lamongan Perlihatkan Keperkasaan Saat Mengalahkan Arema FC

Ayat-Ayat Cinta – Rossa: Romansa Islami Penuh Makna