Johannesburg–Jenewa, 5 Agustus 2025 — Data terbaru menunjukkan bahwa Afrika Selatan telah berhasil mencatat penurunan HIV terbesar dalam sepuluh tahun terakhir. Wabah yang sebelumnya menempati dominasi epidemi global ini kini menunjukkan tren membaik berkat upaya peningkatan skrining, pengobatan, dan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih inklusif.
🔍 1. Angka Prevalensi dan Penurunan Signifikan
-
Menurut survei South African National HIV Prevalence, Incidence and Behaviour Survey (SABSSM VI), prevalensi HIV turun dari 14,0% (2017) menjadi 12,7% pada 2022—korelasi ini menunjukkan pengurangan dari sekitar 7,9 juta menjadi 7,8 juta penduduk hidup dengan HIV hsrc.ac.za+1.
-
Penurunan tersebut adalah yang terbesar sepanjang dekade terakhir dan menandai kemajuan konsisten menuju target UNAIDS 95‑95‑95 pada tahun 2025 hsrc.ac.za+1.
💡 2. Pencapaian 95‑95‑95 dan Akses Pengobatan
-
Hingga 2022, 90% individu yang hidup dengan HIV sudah mengetahui status mereka.
-
Dari mereka, 91% menjalani terapi antiretroviral (ART), dan 94% dari pasien yang menjalani pengobatan mencapai viral suppression (<1.000 salinan/ml) hsrc.ac.za.
-
Secara keseluruhan, sekitar 6,2 juta orang (78%) dari total 8 juta dengan HIV sudah mendapat perawatan ART pada 2024 Spotlight+1.
🧪 3. Penurunan Infeksi Baru & Kematian
-
Insidensi infeksi HIV baru menurun drastis dari lebih 500.000 kasus per tahun menjadi sekitar 170.000 kasus pada 2023/2024, menandai pengurangan sangat signifikan dalam penyebaran virus Wits University.
-
Angka kematian akibat AIDS juga turun, estimasi sekitar 45.000–50.000 jiwa per tahun, termasuk baik yang disebabkan HIV maupun kondisi terkait lainnya Be in the KNOWWits University.
🌍 4. Kontribusi Strategis di Kawasan
-
Target global untuk tahun 2025 menekankan penurunan kasus infeksi HIV menjadi di bawah 370.000 per tahun. Penurunan Afrika Selatan membantu mempercepat kemajuan ini di wilayah Sub-Sahara, yang mencatat penurunan risiko infeksi hingga 60% sejak puncak epidemi tahun 1990-an UNAIDSHealthData.
-
Program nasional seperti kampanye dari UNAIDS dan upaya menempatkan tambahan 1,1 juta orang ke dalam perawatan ART hingga akhir 2025 sangat krusial memperkuat kemajuan tersebut UNAIDS+2UNAIDS+2.
⚠️ 5. Tantangan dan Gangguan Dana
-
Terjadi pemangkasan pendanaan luar negeri, terutama dari program PEPFAR AS, yang menyebabkan penutupan klinik HIV dan mengurangi akses layanan bagi kelompok rentan seperti pekerja seks dan pengguna narkoba suntik. Ini menimbulkan potensi rebound epidemi jika tidak segera tertangani theguardian.comUNAIDSUNAIDS.
-
Meskipun demikian, pemerintah Afrika Selatan menjanjikan pembiayaan domestik dan kolaborasi sektor swasta untuk menutup gap layanan UNAIDSen.wikipedia.org.
✅ Kesimpulan
Indikator | Status Terkini |
---|---|
Prevalensi HIV nasional | Turun menjadi 12,7% (2022) |
Jumlah ART pasien | 78% dari total populasi HIV |
Infeksi baru tahunan | Turun ke ~170.000 kasus |
Viral suppression | >94% pengguna ART |
Ancaman terbesar | Pemangkasan dana asing |
Afrika Selatan sekarang mencatat progres paling signifikan dalam satu dekade terakhir dalam penanggulangan HIV. Namun, keberlanjutan usaha ini sangat bergantung pada pendanaan stabil dan support untuk menjangkau populasi rentan.