Jakarta, 19 September 2026 – Vinicius Junior kembali menjadi sorotan setelah performanya bersama Real Madrid pada awal musim 2026-2027 dinilai belum mencapai level terbaik. Penyerang asal Brasil tersebut mendapatkan kritik setelah kontribusi golnya belum sebanyak yang diharapkan dari salah satu pemain utama Los Blancos. Dalam tujuh penampilan awal musim, Vinicius tercatat baru menghasilkan satu gol dan tiga assist. Situasi itu membuat penampilannya menjadi bahan pembicaraan, terlebih Real Madrid memiliki ekspektasi tinggi terhadap lini serangnya. Mantan pemain Real Madrid Eden Hazard kemudian memberikan pembelaan kepada Vinicius. Hazard menilai kontribusi individual tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran selama tim tetap mampu mendapatkan hasil yang dibutuhkan.
Sorotan terhadap Vinicius semakin besar setelah penampilannya dalam beberapa pertandingan terakhir tidak sepenuhnya memenuhi harapan. Ketika Real Madrid menghadapi Elche pada lanjutan Liga Spanyol, Vinicius kembali dipercaya tampil sejak awal tetapi kesulitan memberikan ancaman seperti yang biasa diperlihatkannya. Pelatih Real Madrid Jose Mourinho kemudian menariknya keluar sebelum pertandingan berakhir. Mourinho mengakui Vinicius belum memberikan dampak maksimal dalam aspek menyerang, tetapi menyoroti kerja sang pemain ketika membantu pertahanan. Pelatih asal Portugal tersebut juga menjelaskan kondisi fisik Vinicius terlihat kelelahan sehingga keputusan pergantian dilakukan. Real Madrid pada akhirnya tetap mampu menyelesaikan pertandingan tersebut dengan kemenangan 3-2.
Eden Hazard melihat tekanan terhadap Vinicius dari sudut pandang yang lebih luas. Mantan kapten tim nasional Belgia tersebut memahami bahwa publik menginginkan Vinicius kembali mencetak banyak gol. Namun, Hazard menekankan bahwa tujuan utama sebuah tim tetap mendapatkan kemenangan, bukan sekadar memastikan satu pemain selalu masuk papan skor. Menurutnya, Real Madrid memiliki kepentingan kolektif yang harus ditempatkan di atas pencapaian individual. Karena itu, absennya gol dari Vinicius dalam beberapa pertandingan tidak otomatis membuat kontribusinya kehilangan arti. Hazard menilai kemenangan Los Blancos tetap menjadi ukuran utama ketika menilai perjalanan tim sepanjang musim.
Pembelaan Hazard muncul ketika Vinicius menghadapi ekspektasi tinggi setelah beberapa musim menjadi salah satu figur penting di lini serang Real Madrid. Kemampuan melakukan penetrasi, menghadapi pemain bertahan dalam situasi satu lawan satu, serta menciptakan peluang membuat pemain Brasil tersebut memiliki peran besar dalam permainan Los Blancos. Namun, status sebagai pemain utama juga membuat setiap penurunan performa mendapatkan perhatian lebih besar. Ketika jumlah gol menurun, kritik dengan cepat diarahkan kepada efektivitas penyelesaian akhirnya. Kondisi tersebut semakin terasa karena Real Madrid memiliki sejumlah pemain menyerang berkualitas yang menciptakan persaingan internal. Vinicius kini dituntut menemukan kembali konsistensinya sambil tetap menjalankan peran yang diberikan Mourinho.
Hazard sendiri memahami tekanan yang menyertai seorang pemain Real Madrid. Ia membela klub tersebut selama periode 2019 hingga 2023 setelah sebelumnya menjadi salah satu bintang utama Chelsea. Perjalanannya di Santiago Bernabeu tidak berlangsung sesuai ekspektasi karena berbagai masalah kebugaran membuat Hazard kesulitan mendapatkan konsistensi. Pengalaman tersebut membuat dirinya mengenal besarnya tuntutan yang muncul ketika memperkuat salah satu klub dengan ekspektasi tertinggi di sepak bola Eropa. Karena itu, komentarnya mengenai Vinicius menempatkan kepentingan tim sebagai fokus utama. Hazard juga menilai seorang pemain tidak selalu harus mencetak gol untuk membantu tim mendapatkan hasil positif.
Vinicius sebenarnya bukan satu-satunya pemain Real Madrid yang mendapatkan sorotan dari pendukung pada awal musim. Sebelumnya, Mourinho juga memberikan pembelaan kepada Vinicius dan Kylian Mbappe setelah keduanya sempat mendapat cemoohan dari sebagian pendukung Los Blancos. Mourinho menilai kritik terhadap pemain dengan peran besar sering muncul karena ekspektasi terhadap mereka juga sangat tinggi. Dalam kasus Vinicius, pelatih Portugal tersebut mengingatkan kontribusi yang telah diberikan sang winger dalam beberapa musim terakhir. Mourinho tetap memberikan kepercayaan kepada pemain berusia 26 tahun tersebut untuk menemukan kembali performa terbaiknya. Dukungan dari pelatih menjadi penting ketika Vinicius menjalani periode dengan produktivitas yang belum maksimal.
Hazard tidak hanya berbicara mengenai Vinicius dalam komentarnya mengenai situasi Real Madrid. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap Mourinho yang kembali menangani Los Blancos pada musim ini. Hazard pernah bekerja bersama Mourinho ketika keduanya berada di Chelsea sehingga mengetahui secara langsung karakter dan metode kerja pelatih Portugal tersebut. Menurut Hazard, pengalaman Mourinho menjadi salah satu modal penting untuk membawa Real Madrid bersaing memperebutkan gelar. Ia juga menyebut Real Madrid tetap memiliki tempat khusus dalam perjalanan kariernya. Kombinasi kualitas skuad dan pengalaman Mourinho dinilai Hazard memberikan dasar yang kuat bagi klub untuk terus berkembang sepanjang musim.
Bagi Vinicius, pertandingan-pertandingan berikutnya menjadi kesempatan untuk menjawab kritik melalui performa di lapangan. Real Madrid masih menjalani fase awal musim sehingga ruang untuk meningkatkan produktivitas tetap terbuka lebar. Tantangannya bukan hanya menambah jumlah gol, tetapi juga menjaga kontribusi dalam membangun serangan, menciptakan peluang, membantu tekanan tanpa bola, dan bekerja ketika tim bertahan. Mourinho sebelumnya menyoroti aspek terakhir tersebut ketika membahas penampilan Vinicius menghadapi Elche. Jika kondisi fisiknya kembali optimal, Vinicius memiliki kesempatan mendapatkan kontinuitas yang dibutuhkan untuk meningkatkan performanya. Dukungan pelatih dan mantan pemain seperti Hazard juga memberikan perspektif berbeda di tengah kritik yang diarahkan kepadanya.
Tekanan terhadap Vinicius Junior pada akhirnya menjadi bagian dari tingginya standar yang mengiringi perjalanan seorang pemain utama Real Madrid. Catatan satu gol dan tiga assist dari tujuh penampilan memang membuat produktivitasnya menjadi perhatian, tetapi musim masih berada pada tahap awal. Hazard memilih melihat situasi tersebut melalui kepentingan kolektif dan menegaskan kemenangan Real Madrid lebih penting daripada siapa yang mencetak gol. Mourinho juga tetap menunjukkan kepercayaan kepada Vinicius sembari menuntut peningkatan performa ketika kondisi fisiknya membaik. Kini tanggung jawab berada pada Vinicius untuk memanfaatkan kesempatan berikutnya dan menemukan kembali ketajamannya. Performa dalam pertandingan mendatang akan menjadi ukuran bagaimana sang winger merespons tekanan sekaligus membantu Real Madrid menjaga persaingan di berbagai kompetisi.





