Dubai secara resmi melangkah ke era baru sebagai kota digital tanpa uang tunai, menyusul keberhasilan implementasi strategi cashless yang ambisius dan sistematis.
Strategi Cashless Resmi dan Dorongan Pemerintah
Diluncurkan pada Oktober 2024 oleh Digital Dubai, “Dubai Cashless Strategy” menargetkan 90 persen semua transaksi dilakukan tanpa uang tunai pada tahun 2026 Khaleej Times+5Dubai 92+5Zawya+5. Pemerintah memperkuat komitmen ini melalui kolaborasi antara Dubai Finance dan DIFC pada 16 Mei 2025, mempercepat adopsi pembayaran digital secara luas melalui berbagai kanal fintech UpperNews.
Implementasi Nyata di Kehidupan Sehari-hari
-
Layanan transportasi publik telah mengalami digitalisasi menyeluruh: 97 persen transaksi RTA dalam bentuk pembayaran digital, dengan pemasukan lebih dari AED 4,4 miliar dari 679 juta+ perjalanan di tahun 2024 Platinumlist+1.
-
Mesin top-up Nol kini sepenuhnya digital, mempercepat proses hingga 40 persen lebih cepat Platinumlist+1.
-
Taxis, stasiun metro, dan bahkan kios kaki lima kini sudah menerima pembayaran lewat QR code What’s OnKhaleej Times.
Dampak Ekonomi dan Target Masa Depan
Pendekatan cashless ini diperkirakan dapat menambah pertumbuhan ekonomi sebesar AED 8 miliar (sekitar USD 2,17 miliar) per tahun Zawya+6The National+6Dubai 92+6. Dubai menargetkan menjadi salah satu dari 5 kota paling cashless di dunia pada 2033, memperkuat statusnya sebagai pusat ekonomi dan digital global The National+3Platinumlist+3What’s On+3.