Raksasa Teknologi Dunia Sepakat Batasi Pengembangan AI Militer: Deklarasi Jenewa 2025 Diteken

🤖 AI dan Perang: Saat Dunia Mengambil Langkah Mundur

Dalam langkah diplomatik yang dipuji luas oleh komunitas internasional, 20 perusahaan teknologi terbesar dunia—termasuk Google DeepMind, Microsoft, OpenAI, Tencent, Baidu, IBM, dan Samsung—secara resmi menandatangani “Deklarasi Jenewa 2025”, sebuah komitmen global untuk tidak mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang dapat digunakan dalam senjata ofensif otomatis.

Penandatanganan dilakukan dalam forum khusus di Jenewa yang diprakarsai oleh PBB, ICRC (Palang Merah Internasional), dan World Economic Forum, sebagai respons terhadap kekhawatiran global atas penggunaan AI dalam peperangan modern, termasuk sistem drone pembunuh otonom, pengenalan wajah massal dalam pertempuran, dan pengambilan keputusan pembunuhan tanpa manusia.


📝 Isi Pokok Deklarasi Jenewa 2025

  1. Larangan pengembangan sistem senjata AI ofensif yang beroperasi tanpa kendali manusia langsung (human-in-the-loop)

  2. Komitmen untuk tidak menjual teknologi AI ke pemerintahan atau pihak ketiga yang melanggar HAM atau hukum perang

  3. Transparansi dan pelaporan tahunan terkait proyek AI sensitif

  4. Dukungan terhadap pembentukan kerangka hukum internasional tentang etika AI militer

  5. Pembentukan Dewan Etika AI Global yang diisi pakar dari 25 negara


🔥 Latar Belakang: Menghindari Bencana Teknologi

Kesepakatan ini muncul setelah meningkatnya:

  • Penggunaan drone AI di konflik Nagorno-Karabakh dan Libya

  • Pengembangan sistem “kill box” otomatis oleh beberapa negara

  • Kekhawatiran bahwa AI akan menjadi senjata pemusnah massal baru yang tak terkendali

Laporan Amnesty International 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 300 warga sipil tewas akibat sistem serangan otonom selama dua tahun terakhir.


🌍 Reaksi Dunia

  • Sekjen PBB menyebut deklarasi ini sebagai “momen krusial dalam sejarah kemanusiaan digital”

  • Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan hukum internasional AI

  • Tiongkok dan Rusia belum menandatangani, meski hadir sebagai pengamat

  • Uni Eropa menyarankan agar deklarasi ini menjadi kerangka dasar negosiasi perjanjian internasional formal


⚖️ Tantangan Implementasi

Meskipun deklarasi ini dianggap sebagai kemajuan besar, sejumlah tantangan tetap ada:

  • Tidak adanya mekanisme penegakan hukum yang mengikat

  • Negara-negara yang tidak ikut serta masih dapat melanjutkan pengembangan senjata AI

  • Risiko pengembangan rahasia oleh entitas swasta atau aktor non-negara

Para pakar menyerukan pembentukan “AI Treaty” yang setara dengan Konvensi Senjata Kimia, namun dengan sistem inspeksi digital dan sanksi multilateral.


🔧 AI: Antara Inovasi dan Etika

Para CEO perusahaan teknologi menegaskan bahwa AI tetap dapat digunakan untuk:

  • Deteksi dini konflik dan krisis kemanusiaan

  • Pertahanan siber dan perlindungan infrastruktur penting

  • Respon bencana dan pengelolaan sumber daya

  • Meningkatkan keamanan manusia, bukan menggantikan kendali moral manusia


📌 Kesimpulan

Deklarasi Jenewa 2025 adalah langkah besar menuju tata kelola teknologi yang lebih bertanggung jawab. Di tengah perkembangan AI yang luar biasa cepat, dunia kini menyadari bahwa tanpa etika dan regulasi, kecerdasan buatan bisa menjadi bumerang bagi kemanusiaan itu sendiri. Masa depan AI bukan hanya soal kemampuan, tapi juga soal nilai yang kita pilih untuk dipegang bersama.

Related Posts

Perjanjian Dagang ASEAN–UE 2025: Babak Baru Ekonomi Multilateral

Jakarta / Brussel, 13 Juli 2025 — Setelah bertahun-tahun negosiasi yang panjang, ASEAN dan Uni Eropa memasuki babak baru kerja sama ekonomi dengan kesepakatan politik guna menyelesaikan Perjanjian Komprehensif ASEAN–UE…

Tantangan Urbanisasi di Kota-kota Besar

Urbanisasi di Indonesia terus meningkat: pada 2025, hampir 58 % penduduk tinggal di perkotaan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga memunculkan berbagai masalah struktural. Artikel…

You Missed

Detik Terakhir – Lyla: Penyesalan di Akhir Hubungan

Bahagia Itu Sederhana – Kotak: Pesan Tentang Kehidupan

Tersiksa Lagi – Vina Panduwinata: Luka Hati yang Berulang

Bhayangkara FC Kalahkan Persija Jakarta dalam Pertandingan Sengit

Persela Lamongan Perlihatkan Keperkasaan Saat Mengalahkan Arema FC

Ayat-Ayat Cinta – Rossa: Romansa Islami Penuh Makna