Inter Milan akhirnya memastikan bahwa kapten mereka, Lautaro Martínez, tetap bertahan di Giuseppe Meazza setelah menandatangani kontrak baru hingga 2029. Striker asal Argentina itu menjadi pemain kunci dalam kesuksesan Nerazzurri dalam beberapa musim terakhir, termasuk membawa klub meraih Scudetto 2023/2024.
Kesepakatan ini menutup berbagai spekulasi mengenai masa depan Lautaro, yang sebelumnya santer dikaitkan dengan klub-klub top Eropa seperti Barcelona, Chelsea, dan Manchester United. Dengan kontrak baru ini, Inter sekaligus mengamankan salah satu aset terpenting mereka untuk proyek jangka panjang.
CEO Inter, Giuseppe Marotta, menyatakan bahwa mempertahankan Lautaro adalah prioritas utama. “Dia adalah simbol tim ini. Lautaro bukan hanya seorang striker, tetapi juga pemimpin sejati yang menjadi inspirasi di ruang ganti. Kami senang bisa melanjutkan perjalanan panjang bersamanya,” ujar Marotta.
Musim lalu, Lautaro tampil luar biasa dengan mencetak 31 gol di semua kompetisi, menjadikannya top skor Serie A sekaligus pemain terbaik liga. Gaya bermainnya yang agresif, tajam, dan pekerja keras membuatnya menjadi tulang punggung Inter di lini depan.
Pelatih Simone Inzaghi menambahkan bahwa keberadaan Lautaro memberikan stabilitas luar biasa bagi tim. “Dia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga membuka ruang bagi rekan-rekannya. Lautaro adalah pemain yang selalu bekerja untuk tim, dan itulah yang membuatnya spesial,” kata Inzaghi.
Para tifosi Inter menyambut kabar ini dengan penuh suka cita. Tagar #Lautaro2029 langsung trending di Italia, dengan banyak fans yang menyebut perpanjangan kontrak ini sebagai “transfer terbaik” bagi klub. Beberapa suporter bahkan menyamakannya dengan kesetiaan Javier Zanetti di masa lalu.
Meski demikian, tantangan besar tetap menanti Lautaro. Dengan kontrak baru, ekspektasi publik akan semakin tinggi. Ia dituntut untuk terus konsisten menjaga performa agar Inter bisa bersaing di Serie A maupun Liga Champions.
Kini, fokus Lautaro adalah membawa Inter kembali berjaya di Eropa setelah terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada 2010. Apakah ia mampu memimpin Nerazzurri meraih kejayaan baru, atau kontrak panjang ini hanya akan menjadi beban besar di pundaknya?