Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur — Video haru seorang guru honorer bernama Ibu Elfrida Leko (35 tahun) yang berjalan kaki sejauh 12 kilometer setiap hari melewati medan berbatu dan bukit terjal demi mengajar hanya 7 murid di sekolah pedalaman, menjadi viral di media sosial sejak Jumat (11 Juli).
Dalam video yang direkam oleh salah satu warga desa Golo Leleng, terlihat Ibu Elfrida mengenakan sandal jepit sambil membawa ransel penuh buku dan papan tulis portabel. Medan yang ia tempuh melewati ladang kering, sungai kecil tanpa jembatan, dan tanjakan berbatu.
“Saya merasa terpanggil. Mereka berhak mendapat pendidikan, walau tinggal di tempat terpencil,” ujarnya dalam video.
Mengajar Tanpa Listrik, dengan Cahaya Hati
Ibu Elfrida mengajar di SD Satap Golo Leleng, sekolah satu atap yang terletak di desa terpencil di pegunungan NTT. Sekolah ini belum dialiri listrik dan hanya memiliki dua ruang kelas semi permanen. Ia juga merangkap sebagai kepala sekolah, guru kelas, sekaligus petugas kebersihan.
Penghasilan Ibu Elfrida sebagai guru honorer hanya Rp500 ribu per bulan. Namun semangatnya untuk mencerdaskan anak-anak desa tak pernah surut. Ia bahkan menggunakan gajinya untuk membeli kapur tulis dan buku gambar.
“Kadang saya mengajar di bawah pohon kalau ruang kelas bocor,” tuturnya lirih.
Dapat Perhatian Nasional dan Internasional
Tagar #PahlawanTanpaJalan, #GuruNTT, dan #ElfridaMenginspirasi trending di berbagai platform media sosial. Warganet dari dalam dan luar negeri memberikan pujian atas dedikasi luar biasa Ibu Elfrida.
Menteri Pendidikan RI menyatakan pihaknya akan segera memberikan pengangkatan sebagai ASN jalur afirmatif, sementara organisasi pendidikan dari Australia menawarkan dukungan pengadaan fasilitas belajar dan transportasi.
“Saya hanya ingin anak-anak tahu bahwa belajar bisa bawa mereka ke dunia yang lebih luas,” ujar Elfrida dengan senyum lelah tapi penuh harapan.