Jakarta, 28 September 2026 – Sejumlah peristiwa politik dan pemerintahan menjadi perhatian sepanjang Minggu (27/9), mulai dari Presiden Prabowo Subianto yang menghubungi lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah hingga hasil survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden. Rangkaian kabar tersebut mencakup apresiasi pemerintah terhadap prestasi olahraga serta penilaian masyarakat menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo. Survei juga mencatat sejumlah sektor yang masih menjadi perhatian responden. Berikut rangkuman beberapa perkembangan yang menjadi sorotan.
Presiden Prabowo menghubungi Rahmat Erwin setelah atlet angkat besi tersebut meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Percakapan dilakukan melalui panggilan video dari kediaman Presiden di Hambalang, Bogor, pada Sabtu (26/9). Ketua Umum PB PABSI Rosan Roeslani turut berada dalam komunikasi tersebut dan menyampaikan pencapaian Rahmat kepada Presiden. Prabowo kemudian mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan atlet tersebut.
Dalam percakapan itu, Prabowo juga menanyakan daerah asal serta keluarga Rahmat. Atlet berusia 26 tahun tersebut menjelaskan bahwa dirinya berasal dari Sulawesi Selatan dan saat ini mewakili Jawa Timur. Rahmat mengatakan kedua orang tuanya menyaksikan pertandingan dari Makassar. Percakapan tersebut menjadi bagian dari apresiasi Presiden terhadap atlet Indonesia yang meraih prestasi pada Asian Games 2026.
Perhatian politik lainnya datang dari hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES) mengenai penilaian masyarakat terhadap pemerintahan. Survei tersebut mencatat tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo mencapai 79,3 persen. Sebanyak 17,4 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas, sementara 3,3 persen tidak memberikan jawaban. Tingkat kepercayaan terhadap Presiden dalam survei yang sama tercatat sebesar 82,1 persen.
Meski angka kepuasan secara keseluruhan relatif tinggi dalam survei INES, hasilnya menunjukkan penilaian yang lebih beragam pada sektor ekonomi. Kepuasan responden terhadap kinerja pemerintah di sektor ekonomi tercatat 50,8 persen, sedangkan 45,1 persen menyatakan kurang puas dan 4,1 persen tidak menjawab. Sebanyak 50,7 persen responden juga menyatakan kurang puas terhadap penanganan kesulitan memperoleh lapangan kerja. Sementara itu, 54,8 persen responden mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok.
Survei tersebut turut mengukur penilaian masyarakat terhadap sejumlah program dan kebijakan pemerintah. Sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas atau cukup puas terhadap penanganan kemiskinan, sedangkan kepuasan terhadap program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial mencapai 78,7 persen. Dalam bidang diplomasi, 80,3 persen responden menyatakan puas dan percaya terhadap strategi diplomasi Presiden. Program Makan Bergizi Gratis juga memperoleh dukungan untuk dilanjutkan dari 78,2 persen responden.
INES menyebut survei dilakukan pada September 2026 di 36 provinsi dengan melibatkan 1.400 responden menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error dilaporkan sekitar 2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Dengan metodologi dan ukuran sampel tersebut, hasil survei perlu dibaca sebagai estimasi opini responden pada periode pengumpulan data, bukan penilaian seluruh masyarakat secara individual. Rangkaian kabar politik sepanjang akhir pekan pun memperlihatkan perhatian publik yang mencakup prestasi nasional sekaligus evaluasi terhadap berbagai bidang pemerintahan menjelang dua tahun masa kepemimpinan Prabowo.





