Jakarta, 11 Mei 2026 – Penutupan mendadak pusat kebugaran Superstar Fitness menimbulkan keresahan tidak hanya bagi para member, tetapi juga para trainer dan karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Sejumlah pelatih kebugaran mengaku belum menerima pelunasan gaji ketika operasional gym tiba-tiba berhenti berjalan.
Kabar penutupan itu cepat menyebar di media sosial setelah beberapa cabang Superstar Fitness disebut tidak lagi beroperasi seperti biasa. Banyak pelanggan yang datang ke lokasi gym mendapati fasilitas tutup tanpa kepastian jelas mengenai kelanjutan layanan maupun status membership yang telah dibayarkan sebelumnya.
Di tengah polemik tersebut, para trainer ikut menyuarakan keluhan mereka. Beberapa pelatih mengaku masih memiliki hak pembayaran yang belum diterima, termasuk gaji bulanan dan insentif dari sesi latihan personal training. Kondisi itu membuat banyak pekerja kebingungan karena harus kehilangan pekerjaan sekaligus menghadapi ketidakpastian soal hak finansial mereka.
Sejumlah mantan karyawan menyebut bahwa situasi operasional perusahaan sebenarnya sudah mulai terasa tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa di antaranya mengaku sempat mengalami keterlambatan pembayaran sebelum akhirnya gym berhenti beroperasi.
Kasus ini pun memicu perhatian publik karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pelanggan hingga tenaga kerja. Banyak masyarakat menilai bahwa penutupan usaha seharusnya dilakukan dengan penyelesaian yang jelas terhadap hak konsumen maupun kewajiban perusahaan kepada karyawan.
Pengamat ketenagakerjaan menilai pekerja di sektor layanan kebugaran memiliki posisi yang cukup rentan ketika perusahaan mengalami masalah finansial. Trainer yang sebagian besar mengandalkan penghasilan dari kelas latihan dan personal training bisa langsung terdampak apabila operasional gym mendadak dihentikan.
Di media sosial, berbagai komentar bermunculan dari mantan member maupun trainer yang mengaku kecewa dengan situasi tersebut. Sebagian berharap ada penjelasan resmi dari pihak manajemen mengenai penyelesaian hak pelanggan dan karyawan agar persoalan tidak semakin meluas.
Hingga kini, kondisi penutupan Superstar Fitness masih menjadi sorotan publik. Para trainer berharap hak mereka dapat segera diselesaikan, sementara pelanggan menunggu kejelasan terkait membership yang telah mereka bayarkan sebelum pusat kebugaran tersebut berhenti beroperasi.







